handphone-tablet

JPU Kasus Mutilasi Serahkan 17 Memori Banding ke PN

Sintang- Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang,akhirnya banding ke Pengadilan Negeri (PN) Sintang,Jumat (6/1). Itu lantaran vonis hakim terhadap terdakwa Petrus Bakus pembunuh dengan cara memutilasi dua buah hatinya pada Kamis (1/12) bulan lalu.

JPU Kejari Sintang menganggap putusan majelis hakim dengan vonis bebas besarat dan direhabilitasi di RSJ Sungai Bangkong Pontianak ini tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan pasal 44 KUHP.

Pada sidang tuntutan, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup. Pihak JPU yakin jika Petrus Bakus ini tidak gila.

”Karena putusan hakim terdakwa dinyatalan tidak gila. Sedangkan tuntutan kami seumur hidup dan bukan bebas ataupun dirawat maka kami banding,” jelas Andi Tri Saputro saat dikonfirmasi Media ini Jumat (6/1).

Selain itu kata Putro pihaknya telah menerima surat aduan dari saksi yang tak lain istri tersangka,bahwa dirinya tidak terima jika Petrus Bakus dinyatakan gila dan divonis bebas oleh majelis hakim PN Sintang.

“Istri terdakwa Windri ,menyurati kami dan menyatakan kekecewaanya atas hasil putusan vonis majelis hakim yang menyatakan terdakwa gila,saya ini kan istrinya tau keseharianya dan tau riwayat hidupnya kalau dia itu tidak gila,” begitu dikisahkan Putro.

Ditanya keberadaan Windri saat ini pasca putusan Petrus Bakus dia langsung pulang ke kampung halamanya di Banyuwangi Jawa Timur.

(sus)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top