handphone-tablet

Gubernur Kalbar Ajak Hentikan Fitnah di Medsos

Pontianak- Gubernur Kalbar Cornelis mengimbau masyarakat Provinsi Kalbar agar menghentikan saling fitnah di media sosial (Medsos) karena bisa menimbulkan gesekan antar golongan seperti yang beberapa waktu ini terjadi di Kota Pontianak. 

“Mari kita menjaga persatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Kita Semua Bersaudara, sudah, hentikan fitnah memfitnah segala macam tetek bengek itu, Stop. Sekarang mari kita berfikir memajukan negeri ini kalau kita ribut terus kapan kita bekerja, kapan kita mau maju, kapan kita mau bersaing, apalagi ancaman sangat luar biasa terutama narkoba.” ucap Cornelis, Rabu (17/5), usai menghadiri penandatanganan Deklarasi Perdamaian Masyarakat Kalbar di ruang Coffee Morning Mapolda Kalbar.

Dalam deklarasi perdamaian masyarakat Kalbar tersebut, tampak dihadiri Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta Odang yang juga Ketua DPD RI dan Ketua Partai Hanura, Ketua DPRD Provinsi Kalbar, M Kebing L, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Andika Perkasa, Ketua MUI Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak, Ketua FKUB Provinsi Kalbar, Ketua FKUB Kota Pontianak, Wakil Walikota Pontianak, Para ketua adat Melayu, Batak, Madura, Jawa, Bugis dan Tionghoa, para pimpinan NU, Muhammadiyah Provinsi Kalbar, Ketua KNPI Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak, Ketua ormas Persatuan Orang Melayu, ketua Pemuda Pancasila, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Pada kesempatan itu, Cornelis kembali menjelaskan isi potongan pidatonya yang disebarkan oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab sehingga membuat salah paham golongan tertentu, padahal menurut Mantan Bupati Landak itu, pidato tersebut kalau didengar utuh akan beda maknanya, inti pidato tersebut bukan menolak Islam. 

“Tidak ada saya menolak atau membenci Islam, tetapi oknum yang datang memprovokasi sehingga menimbulkan keresahan pihak tertentu, dan dua orang tersebut juga menghina saya mengatakan saya kafir,” ungkap Cornelis. 

Di Kalbar pun menurutnya banyak ulama-ulama yang cerdas yang mengerti keberagaman dan kehidupan sosial di Kalbar untuk memberi ceramah yang menyejukan, bukan memprovokasi atau mengujar kebencian pada pihak lain.

“Silakan urus agama masing-masing, untukmu agamamu untukku agamaku,” terang Cornelis.

Untuk itu dirinya menegaskan bahwa dua orang tersebut tetap tidak boleh datang ke Kalbar karena Kalimantan Barat sudah aman, damai itu indah. 

Terhadap aliran radikal pun Cornelis menegaskan tetap tidak boleh masuk Kalbar karena bisa mengancam keutuhan NKRI. Karena ketika KTT ASEAN di Filipina semua negara ASEAN sepakat menolak radikalisme dan harus ditumpas.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, Wajidi Sayidi didaulat membacakan isi Deklarasi Perdamaian Masyarakat Kalbar.

Berikut isi deklarasi damai yang ditandatangani semua tokoh: 1. Menghentikan semua bentuk konflik perselisihan, fitnah dan hasutan, 

2. Saling menghormati dan menghargai serta mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan dimasyarakat guna terwujudnya kerukunan dan kedamaian,

3. Menghormati dan menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,

4. Membangun komitmen bersama dalam menangkal dan melawan setiap bentuk provokasi serta upaya memecah belah persatuan.

“Demikian kesepakatan ini kami buat dengan penuh kesadaran serta hati yang tulus dan ikhlas untuk dijalankan,” demikian pernyataan yang dibacakan, kemudian ditandatangani seluruh tokoh.

Usai pembacaan deklarasi perdamaian tersebut, Oesman Sapta Odang menuturkan bahwa pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sudah final.

“Jangan ada dusta diantara kita bahwa kekuatan hanya ada satu yaitu Indonesia dan tidak ingin lagi mendengar adanya permasalahan di Kalbar, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada aparat keamanan (TNI/Polri) yang telah menjaga situasi kondusif untuk mencegah konflik sosial di Kalbar,” tukas OSO.

(Lay)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top