handphone-tablet

PT.SUM Menyerahkan Kasus Gugatan Perdata ke Pengadilan

Pontianak- Permasalahan lahan 292 hektare di desa Punggur,Kecamatan Kakap,Kabupaten Kubu Raya Kalbar yang sedang diperkarakan oleh Gapoktan Pribumi di Pengadilan Mempawah dan sudah menjalani persidangan 13 kali, pejabat PT.Sumatra Unggul Makmur, Hariyoto menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada Pengadilan.

” Saya sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut ke Pengadilan karena saya nyakin sudah benar dan sesuai prosedur membangun kebun di desa Punggur,selain itu lahan yang kami garap juga sudah diganti rugi kepada masyarakat,ujarnya ketika dikonfirmasi deliknews.com via Telfon Jumat,(11/8)

Selanjutnya Hariyoto sembari menutup telfonnya mengatakan,tidak mau berkomentar terlalu jauh tentang permasalahan gugatan Gapoktan Pribumi,ia menyerahkan kasus tersebut di pengadilan.

Sebelumnya telah diberitakan,Pontianak- Gabungan kelompok tani pribumi menggugat PT.Sumatra Unggul Makmur di Pengadilan Negeri Kabupaten Mempawah terkait permasalahan lahan di Desa Punggur,Kecamatan Kakap,Kabupaten Kubu Raya,Kalbar. Sekitar 292 hektare di tiga berbeda.

Gugutan perdata tersebut didaftarkan kelompok tani Pribumi ke PN Mempawah pada Tanggal 8 Maret 2017 dan sudah menjalani persidangan 13 kali,”kata Kelompok tani Pribumi Sumadi kepada deliknews.com,Jumat (11/8)

Dalam kasus gugatan tersebut,pihak yang tergugat yakni, PT.SUM,Sulaiman,Andy,Herman Aswat dan Saleh bin Amin.

Dasar gugatan di Pengadilan Mempawah menurut Sumadi,anggota kelompok merasa dirugikan secara materil dan non materil oleh pihak-pihak tergugat.

Lahan seluas 292 Ha tersebut belum pernah di serahkan / jual belikan pada pihak lain , namun lahan yang seluas 70 ha sudah ditanam sawit oleh PT. Sum, diduga kuat ada orang lain yang telah menjual keselurahan lahan seluas 292 ha milik kelompok tani pribumi ke PT. Sum.

Kasus tersebut hingga saat ini masih berjalan di Pengadilan Mempawah.

(dri/mad)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top