handphone-tablet

Suhadi Sw: Normalisasi Parit Untuk Menghindari Banjir

Pontianak – Pontianak dikenal dengan Kota seribu Parit, karena dimana mana memang ada parit, Sampai nama nama Kampungpun menggunakan nama Parit, seperti Parit Tokaya, Parit Bangseng, Parit Pangeran, Parit Nenas, Parit Pekong, Parit Mayor dan sebagainya.
Bukti lain bahwa Pontianak itu Kota seribu Parit di beberapa daerah dinamai dengan nama sungai maupun selat, seperti Sui Jawi, Sungai Beliung, Sui Bangkong, Sui Raya dan seterusnya.

Nama Pontianak yang sudah cukup dikenal dengan Kota seribu Parit itu bila dikelola dengan baik akan berdampak terhadap meningkatnya Wisatawan baik wisatawan Asing maupun wisatawan domestik yang ingin bernostalgia ke Pontianak, ” ujar Suhadi Sw kepada Deliknews.com, Minggu (1/10)

Namun belakangan ini baru saja Kota Pontianak diguyur hujan, Jalanan sudah mulai digenangi air dan jikalau hujan agak lama sedikit, terlihat air menggenang dimana mana.
Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlama lama. tetapi perlu dilakukan langkah nyata dengan Normalisasi Parit.

Menurut Suhadi Sw. ketika baru datang di Pontianak tahun 1978, Kota Pontianak dikelilingi parit dan Transportasi Air masih menonjol.
seperti didepan RRI Pontianak yang waktu itu berhadapan dengan Rumah Sakit Kodam ( Saat ini jadi Pertokoan) disitu dulu ada Parit yang sangat lebar bisa dilewati Sampan dan bisa menembus kemana mana kantor Polresta ( Saat ini Matahari Mall) didepan Polda lama Jalan Zainudin , Depan Matahari Mall. sampai Jalan Merdeka Barat dan Timur, Jalan Cemara, depan PCC sampai Kota baru Jalan Gajah Mada, Jalan Agus salim , semuanya terkoneksi antar Parit.

Dengan demikian, jika terjadi turun hujan paritnya tetap lancar dan air menghilang dengan cepat.
melihat seperti itu SUHADI SW. mempunyai Solusi melalui Normalisasi Parit parit yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya sehingga Bila terjadi musim hujan air tidak menggenangi Jalan, tetapi langsung menghilang seperti ditelan bumi.

Masalah Normalisasi Parit ini sangat penting, karena akibat tersumbatnya Parit atau tidak berfungsi secara normal akan berimplikasi terhadap berbagai hal, diantaranya Infra struktur Jalan mudah Rusak. terjadinya banjir dan timbulnya berbagai penyakit.
Bilamana Normalisasi Parit Parit di Pontianak segera dilakukan, maka Banjir yang setiap saat bisa muncul, dengan Normalisasi Parit Banjir bisa diatasi, Infra Struktur bisa semakin lama usia pakainya. dan kesehatan masyarakat ikut terjaga.

Untuk Normalisasi Parit tentunya tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Semata, tetapi peran Masyarakat yang harus lebih menonjol, namun Kolaborasi antara Pemerintah dan Nasyarakat harus terbangun baik.

Sebab ditengah tengah masyarakat ada Karang Taruna ada berbagai komunitas, jika kesemuanya itu diberdayakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang ada dikelurahan maka masyarakat akan dengan suka rela membersihkan Parit menormalisasi Parit yang ada diaekutar tempat tinggalnya.
Normalisasi bisa dilakukan secara Swa Kelola atau melalui Program Padat Karya.

Jika ,Masyarakat disertakan dalam membangun kota maka mereka akan ikut merasa memiliki dan pada akhirnya akan tumbuh kesadaran bahwa membuang sampah tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena akan berakibat terjadi banjir dan rusaknya infra struktur.

(Dri)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top